Senin, 21 Desember 2015
Hai pembaca, ketemu lagi nihh. oke kali ini gua mau berbagi mengenai desain arsitektur. ini info bagi kalian yang kepengen jadi arsitek. baiklah selamat membaca infonya yyaa:)
Arsitektur adalah seni yang dilakukan oleh setiap individual untuk berimajinasikan diri mereka dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lanskap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.
*berikut adalah contoh gambar arsitektur:
Hai para pembaca, kali ini gua mau berbagi info nihh mengenai sebi desain 2 dimensi. semoga dapat menambah wawasannya yaahh :)
Ada berbagai istilah yang biasa digunakan di bidang seni. Salah satu istilah yang sering digunakan di bidang seni adalah 2 dimensi. Istilah ini biasa digunakan untuk menggambarkan bentuk dari suatu objek yang memiliki panjang serta lebar. Contoh karya seni dua dimensi antara lain adalah lukisan dan karya seni cetak atau grafis. Selain digunakan di bidang seni, istilah ini juga biasa digunakan di bidang matematika, animasi, serta ilmu komputer.
Karya seni dua dimensi, terutama yang berbentuk karya seni grafis, dapat dihasilkan dengan menggunakan beberapa teknik seperti teknik plakat, teknik transparan, serta teknik kolase. Karya seni rupa dua dimensi biasanya dibentuk oleh beberapa unsur. Adapun unsur-unsur pembentuk karya seni dua dimensi antara lain adalah titik, garis, bidang, bentuk, tekstur, warna, serta gelap terang.
Istilah 3 dimensi merupakan salah satu istilah yang biasa digunakan di bidang seni. Suatu karya seni dapat dikatakan sebagai karya seni tiga dimensi bila karya tersebut memiliki panjang, lebar, dan tinggi. Karya seni bisa juga dikatakan bersifat tiga dimensi bila karya tersebut bersifat memiliki volume serta menempati ruang. Contoh karya seni tiga dimensi antara lain adalah karya seni patung, karya seni kriya, keramik, serta berbagai jenis desain produk.
Selain digunakan pada bidang seni, istilah tiga dimensi juga biasa digunakan di bidang komputer, terutama pada komputer grafis atau proses penciptaan gambar dengan menggunakan komputer. Gambar atau animasi yang diciptakan dengan menggunakan komputer dikatakan bersifat tiga dimensi bila objek tersebut memiliki nilai pada tiga titik koordinat Cartesian yaitu X, Y, dan Z.
selain gambar 2 dimensi dan gambar 3 dimensi, dikenal juga istilah gambar 4 dimensi yang secara umum memiliki karakteristik yang hampir sama dengan gambar 3 dimensi. Gambar empat dimensi memiliki sifat yang serupa dengan gambar 3 dimensi yaitu memiliki panjang, lebar, dan tinggi. Perbedaannya, gambar empat dimensi memiliki sifat yang dapat ditembus. Jenis gambar yang satu ini biasanya digunakan di bidang medis. Contoh gambar empat dimensi yang paling umum adalah gambar yang dihasilkan oleh USG.
Contoh lain dari gambar atau objek empat dimensi adalah air minum yang berada di dalam gelas. Di satu sisi kita dapat melihat gelas berisi air tersebut sebagai objek 3 dimensi. Namun kita juga dapat melihat menembus dinding gelas ke dalam gelas yang mana merupakan karakteristik dari objek empat dimensi.
Jumat, 20 November 2015
seni dan desain
Pemikiran yang dilandasi oleh modernisme ini sudah lama ditinggalkan
oleh para seniman di dunia sejak tahun tahun 60-an hingga 70-an. Di
Indonesia sendiri pemikiran ini selesai sejak munculnya Gerakan Seni
Rupa Baru. Praktik seni rupa sulit sekali dibedakan dengan praktik
pembuatan karya seni terap. Seni murni yang tadinya dikerjakan oleh
tangan seniman sendiri, karena tangan seniman dianggap sebagai jarum
seismograf dari rasa dan emosi seniman sudah ditinggalkan. Pemujaan
terhadap otentisitas dan ketunggalan tidak lagi menarik. Karya-karya
seni rupa meninggalkan deepness kini menghadirkan hal-hal yang
banal, kitsch, dan sangat sementara – seperti karya-karya instalasi.
Seniman membuat perencanaan yang dikerjakan oleh sebuah team pelaksana
sebagaimana seorang desianer.
Sebaliknya karya seorang desainer tidak lagi hanya sekedar bermuara
pada obyektifitas dan pasar. Saya melihat bahwa karya-karya desianer
grafis yang baik serta memiliki keunikan dan sangat cerdas, tidak bisa
dipungkiri bahwa itu bersumber pada pengalaman individu, pemahaman
kebudayaan yang juga bersifat personal serta pengalaman hidup dan
lainnya yang sangat personal. Jelas bahwa subyektifitas melekat pada setiap karya seni yang bernama desain.
Praktik dalam dunia desain grafis seringkali sulit dibedakan dengan
praktik seni rupa lainnya. Sebagai contoh karya “Change Yourself” dari
Iwang harus dikategorikan apa? Seni rupa? Atau Desain Grafis? Karya itu
secara kebentukan dan media-media yang digunakan adalah sebagai desain
grafis, tetapi karya itu tidak hanya beredar dan dimaknai sebagai desain
grafis, karena karya itu telah dipamerkan di galeri seni rupa
kontemporer sebagai proyek seni rupa yang bagus. Karya-karya seni terap
yang lain seperti illustrasi, graffiti atau objek visual lainnya yang
semula dikategorikan sebagai seni terap, kini beredar dari satu galeri
seni rupa ke galeri seni rupa kontemporer lainnya. Semakin tipisnya
batas antara satu displin seni dengan seni lainnya adalah fenomena yang
umum terjadi pada dunia seni kontemporer yang dilandasi oleh kebudayaan
post modern. Artinya kalau kita memposisikan karya seni kita masih dalam
kategori-kategori seni terap dan seni murni, berarti kita memposisikan
diri kita dalam masa lalu yang telah ditinggalkan.
Kalau kita masih ingin membedakan antara desain dan seni rupa, maka
perbedaan itu terletak pada fungsi.
Desain grafis mempunyai fungsi untuk menyampaikan sebuah pesan kepada khalayak, sehingga sebuah desian grafis mengemban fungsi sosial pada pesan yang diemban yang disampaikan kepada khalayak luas dengan melalui media yang sudah direncanakan untuk bisa menjangkau khalayak luas. Sedangkan seni rupa sebagai ekspresi individual yang tak mempunyai fungsi sosial yang bertindak sebagai mediator untuk menyampaikan pesan kepada khalayak luas, sehingga juga tidak mengemban tanggungjawab sosial yang sama seperti desain grafis. Namun seni rupa tetap mempunyai tanggungjawab sosial, karena seni rupa juga mempunyai makna dan nilai-nilai sosial. Bagi saya membatasi diri dalam sebuah pengkotak-kotakan justru membatasi cakrawala seorang desainer, seniman atau perupa dalam penggalian ide-ide kreatif dalam proses penciptaan karya seni rupa atau karya desain. Sempitnya orientasi dan cakrawala pada akhirnya akan berpengaruh terhadap nilai estetis sebuah karya seni sehingga tak akan mampu menembus batasan-batasan seni sebagai bagian dari kebudayaan.
Langganan:
Komentar (Atom)









